Rumah Makan Ampera Buah Batu

Judulnya agak tidak biasa kan?, sekedar ingin mengupdate blog yang sudah cukup lama tidak terupdate, tidak banyak yang tersirat di pikiran judul atau tema apa yang mau di posting, jadinya mencari hal yang dekat di pikiran saja untuk di ceritakan.

Bagi teman-teman yang sering main ke Bandung, tentu tahu rumah makan Ampera, iya cukup banyak cabang rumah makan Ampera di Bandung, sebut saja Rumah Makan Ampera Soekarno Hatta atau Kebon Kalapa yang memang cukup besar dan sebagai pusat (yang saya tahu), tapi karena kebetulan kantor deketnya ke Rumah makan Ampera buah batu, saya lebih sering menyambangi rumah makan ini :D .

Hari ini ada pemandangan tidak biasa di rumah makan Ampera, di sudut meja belakang ada seorang Turis, atau wisatawan asing yang sedang makan, tidak hanya makan dia pun sibuk memainkan laptopnya, tak ketinggalan rokok mild menjadi temannya, bisa membayangkan kan teman? seorang wanita muda asing itu terlihat menikmati makanan sunda, dia cukup kesulitan mengkomunikasikan keinginannya kepada pelayan yang ada, sebagaian pelayan mungkin tidak begitu mengerti bahasa inggris sehingga pun tidak mengerti apa yang di inginkan si wanita asing itu :D , untung nya ada salah satu pengunjung yang ternyata mahir berbahasa inggris dan dia menterjemahkan keinginan si wanita asing itu… dari tadi terdengar wanita asing itu mengatakan “not sugar” sembari berusaha meyakinkan si pelayan kalo kopi nya tidak ingin ditambahkan gula :D alias ingin pesen kopi pahit… dan keinginannya itu baru ter-realisasi setelah pengunjung meja sebelahnya kembali dari mushola selepas sholat..

well, cerita diatas sebenarnya tidak begitu penting ya :D tapi sy hanya ingin berbagi kesimpulan kepada pembaca, dalam kondisi diatas ada dua hal yang menurut saya perlu di garis bawahi

1. seorang asing berada di negeri orang seyogya nya memiliki kemampuan berbahasa lokal yang dengan cepat di mengerti orang lokal, bayangkan saja kalo di rumah makan tadi tidak ada pengunjung lain yang mengerti bahasa inggris apakah bisa keinginannya terpenuhi, hanya ingin bahwa kopi nya tidak ditambahkan gula :D .

dengan kondisi dia memainkan laptop yang terkoneksi internet, hemat saya harusnya dia kreatif masuk ke google translate untuk mengetahui arti “tidak pake gula” ;) hehe..

2. Sebuah tempat layanan umum memang ada baiknya memiliki pegawai yang sedikit mengerti bahasa inggris, karena bisa saja kondisi diatas terjadi tidak hanya sekali, atau mungkin mereka sudah punya pegawai yang mengerti bahasa inggris tapi kebetulan sedang tidak ada. :D

Di tempat yang sama saya juga pernah didatangi turis asing, ketika itu saya sedang makan, dia menenteng sebuah kertas bertuliskan no-no handphone juga di bawanya beberpa stratedpack baru. saya kira dia bisa berbahasa inggris, ternyata dia seorang turis asing yang tidak berbahasa inggris, entah orang mana dia :D al hasil dia bertanya menggunakan isyarat saya pun menjawab dengan isyarat :D .

Untuk kasus terbaru diatas sepertinya dua kesimpulan saya sebelumnya jadi memiliki opsi lagi yaitu, orang turis pun minimal harus bisa bahasa inggris! :D

hmm .. atau mungkin teman-teman memiliki pendapat lainnya?

Be Sociable, Share!
Curhat

If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.

Comments

One Response to “Rumah Makan Ampera Buah Batu”

Leave Comment

(required)

(required)


CommentLuv badge
Site Meter